Shalat Kak …

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (QS Al-Baqarah [2]: 153)

==================================================

Kemudian, untuk mereka yang ingin keluarganya sakinah, seorang istri hendaknya mendorong suaminya bangun shalat Subuh berjama’ah di masjid. Ini sama pahalanya. Langkah suami ke masjid menjadi langkah seorang istri. Pulang dari masjid menjadi langkah istri juga. Oleh karena itu, doronglah suami ke masjid agar para istri juga mendapatkan pahala. Saya mengingatkan hal ini karena shalat merupakan sesuatu yang sangat istimewa. Sebelum jauh-jauh memperbaiki diri, sebelum jauh-jauh mencari solusi untuk segala masalah yang kita hadapi, nomor satu yang harus kita perbaiki adalah shalat. Suatu ketika saya dipusingkan oleh tagihan yang banyak, rezeki juga seret. Ketika shalat Ashar, istri saya mengajak berdialog.

“Kak, masih ingat nggak?”

“Ingat apa?” saya berpikir.

“Ada sesuatu yang kurang dari Kakak,” ujarnya.

“Apaan?” saya bingung.

“Shalat, Kak. Mushala dekat rumah, tapi kakak nggak ke mushala. Ayo ke mushala biar rezeki nambah.”

Astaghfirullah, iya. Selama ini saya jarang shalat di mushala padahal tempatnya dekat. Saat itu saya niatkan nanti shalat Maghrib di mushala. Barangkali, dialog juga merupakan salah satu terapi sakinah. Pukul enam kurang, saya bergegas pergi ke mushala. Setelah shalat, tetangga saya berkata begini, “Tumben, Sup, lagi di rumah, nih?” Saya bilang “Iya nih, lagi ada di rumah.”  Padahal, saya sering ada di rumah. Memang, menjadi ustadz bukan jaminan, yang jadi jaminan adalah orang yang bertaqwa. Kita pun ngobrol sebentar. Ketika saya pamit mau pulang, dia masuk dulu ke rumahnya dan memberi sekantung buah-buahan. Subhanallah … . Sederhana ya, tapi ini membuat kita jadi belajar.

==================================================

Sebuah petikan paragraf dari buku Ust. Yusuf Mansur berjudul “Allah Maha Pemurah, Maka Engkau Gampang Menikah” [Salamadani, 2008]

Dialog yang entah kenapa membuat hati campur aduk selayak gado-gado dekat Sarinah, duh … .

Kebun Sirih, menghitung hari (jadi teringat lagu Krisdayanti) di tengah 4 hari terakhir bulan Oktober, 26.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s