To-do List

Alhamdulillah, masbro! Jika tidak salah, ini adalah tulisanku di Facebook notes yang ke-100. Hehehe. Sebuah pencapaian besar menurutku, karena memang pada dasarnya aku pendiam, terutama ketika tidur. Dan, mungkin ini adalah tulisan pertama di notes dengan status baru! Yak, aku sudah double! Tapi dengan status pengangguran terselubung. Sudah 3 bulan ini aku jobless tapi studyfullllll. Aku tiap hari harus ngerjain soal bahasa Inggris yang namanya IELTS. 🙂

Eniwei, tahu nggak masbro mbaksist? Aye baru seneng bin bahagia nih. Hari rabu kemaren, 4 Juli 2012, istriku sudah bergelar Master dan sudah pulang di hari jumat kemaren di tanggal 13 Juli. Thesisnya bisa dipertahankan dengan baik dan alhamdulillah dapat nilai yang baik juga. Gimana nggak seneng, itu artinya belahan jiwaku *tsahhh* akan bersama-sama di Indonesia. Senangnya lagi bisa puasa bareng dan menghadapi ramadhan bareng. Resolusi ramadhan 1432 yang lalu bisa tertunai sudah. Hihihi.

Okay, kembali ke inti yang mau aku sampein di sini yaitu tentang pencapaian. Seperti yang sudah aku sampaikan di awal bahwa aye sudah nulis 100 notes, aku udah double, istri udah Master, dan bisa Ramadhan bareng. Menurut aye itu pencapaian, meskipun masih dalam tataran capaian pribadi dan keluarga [PR-ku sebagai manusia masih buanyakkk]. Dan lagi, apa yang aku dapat sekarang itu nggak ada apa-apanya, sekali lagi nggak ada apa-apanya. Masih under achievement. Kemaren aku disentil ama seorang temen aktivis yang bisa nulis buku. Aku kan beli bukunya, terus dikasih deh ucapan dan tanda tangan. Pesannya begini: “Karya untuk keluarga sudah, kapan karya untuk bangsa?” Nah nah, ginian nih yang belum bisa jawab. Tapi optimis lah ya bisa suatu saat nanti, seperti kata Aa’ Gym ada 3M. Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai dari sekarang!

Itu tadi kan teori masbro? Lalu, aksinya gimana? Gini, setelah aku pelajari dikit-dikit dari pengalaman temen-temen yang sukses, kelirunya kita tu sering kerja tanpa target dan rencana. Nggak tahu mau ke mana, mau ngapain dan kapan kudu nyelesein tugas. Tips sederhana dari temen-temen yang pinter-pinter [intinya aku ngambil pola hidup mereka yang baik] salah satunya adalah bikin to-do list.

Eh, ternyata saya pernah bikin satu! Pas ngontrak di asrama selama 2 tahun. Kalau sekarang udah jarang karena di tengah kewajiban yang makin banyak dengan waktu yang terbatas. Tapi kok makin lama makin butuh juga nih, konsep “plan what you want to do and do your plan” makin penting justru di saat kita sibuk masbro. Maka kubikin deh satu list yang gampang dan kupasang di notice board kamar kontrakan waktu itu:

2009: Lulus
2010: Menikah
2011: Kuliah di Canberra/Tokyo/Seoul/London
2012: Dapat Gelar Master
2013: Haji ke Baitullah

Oke, jika dievaluasi semuanya MELESET! Hahaha, saya lulus di tahun 2010. Diriku menikah di tahun 2012. Dapet beasiswa juga di awal tahun 2012. Dapet gelar Master tentunya juga baru pada tahun 2015 jika lancar. Dan, kemungkinan haji ke Baitullah sepertinya agak susah di tahun 2013. Tetangga mertua ane aja baru daftar tahun 2012 dan berangkat 2017. Wah, kudu cepet-cepet daftar haji nih!

Dari kasus di atas, aye belajar bahwa dalam merencanakan sesuatu memang kudu ditulis dulu dan mengindikasikan apa dan kapan kudu terlaksana. Dari menuliskannya dalam bentuk to-do list ane kemudian jadi terpacu buat memberikan tanda centang atau tick (V) pada setiap list yang sudah dikerjakan. Bagi ane tiap melakukan penandaan bahwa kerjaan selesai itu mengindasikan achievement. Rasanya menyenangkan lho, bisa fulfill our plan. Yang susah dari membuat rencana yaitu istiqomah pada rencana awal, tahu sendiri kan godaan dan distractions itu ada di mana-mana.

Prakteknya nggak susah, dirimu tidak perlu menuliskannya dalam agenda Ipad-mu atau di handphone atau kudu rapi jali. Yang penting kebaca dan mudah diakses. Cukup kertas sederhana, buku agenda atau papan tulis. Kalo nggak salah ada buku khusus yang ngomongin tentang bagusnya mempraktekkan to-do list ini. Coba aja deh masbro, for me it works. Oh iya sebagai bonus saya kasih gambar to-do-list ane pas ngejar beasiswa. Selamat berencana dan mewujudkan mimpimu! [maap jika gambarnya acak adut ;P]

-Kalibata City, 22 Juli 2012-

Sumber: Dokumen Pribadi

Advertisements

4 thoughts on “To-do List

  1. mantep bro :)! Naik hajinya coba berangkat dari negara laen aj (misalnye dari Oz) :D. Klo daptar di Indonesia, ntah kapan berangkatnya –> tergantung kuota daerah

    • wihihihi. Itu sudah direncanakan mbak, semoga lancar sesuai harapan dapat haji bareng. tapi kayaknya pas sekolah doktoral. Selama di OZ kan cuman 2 tahun tu, proyek yang lain dulu. hihihi 😛

  2. seperti bucket list ya?
    tp dulu ane bikin bucket listnya g dikasih waktu (tahun) n tahapan2, jadi asal ditulis aja.
    cuman ditulis sebelum mati kpengen ini itu…
    walhasil realisasinya kebolak balik.
    haji udah nikah udah.
    malah lulus s1 yang belum *tepokjidat.
    mungkin perlu direvisi itu “bucket list” menjadi to do list versi masbro pugo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s