Cara Dapat Diskon Tiket Garuda-Indonesia dengan Kartu PPIA

gambar-garuda-indonesia

Alhamdulillahhhh, 16 Juli yang lalu saya akhirnya bisa pulang ke Jogja selama seminggu. Melihat putri tercinta, Fiza, untuk pertama kalinya, setelah kemarin waktu lahiran nggak ditemenin Bapaknya (Maafkan daku anakku 😦 ). Rencananya sih mau nemenin, cuman karena program matrikulasi di kampus jadwalnya sangat padat dan penuh dengan tugas ujian maka rencana pulang nemenin lahiran dibatalkan. Jempol buat istriku yang pede buat lahiran sendiri tanpa ditemenin suaminya. Tapi misalkan ada suaminya, bisa jadi malah panik. hehehe.

Pas ketika jadwal matrikulasi udah selesai, maka  tibalah saatnya untuk mencari tiket yang paling murah dan available. Saya memutuskan memakai Garuda karena ini maskapai kebanggaan bangsa Indonesia, dan emang dari pengalaman lebih enak daripada maskapai yang dipunyai OZ 😛 Disinilah saya ingin berbagi bagaimana mendapatkan diskon tiket tersebut, karena ketika saya mencoba mencari di mbah-Google terkait hal ini belum bisa saya dapatkan informasi yang cukup jelas (Disclaimer: Bisa aja karena saya kurang teliti :)). Meski nggak lengkap-lengkap amat, Semoga tulisan ini berguna dan bisa jadi referensi awal.

Pertama-tama, saya mendapatkan informasi dari beberapa teman yang mau pulang ke Indonesia bahwa ada promo atau diskon dari Garuda untuk mahasiswa indonesia di Australia yang tergabung di Perhimpunan Pelajar Indonesia-Australia (PPIA). Diskonnya lumayan besar: 20%. Bagi saya yang tabungannya belum banyak, diskon 20% itu udah cukup gede. Misalnya dengan harga tiket $1000 terus kita dapat diskon 20% saja, hasilnya kita hanya perlu membayar $800. Jumlah diskon $200 itu jelas sesuatu. Walaupun kudu ngerjain paper works tetep layak untuk dijabanin alias diperjuangkan! 😛

Syaratnya nggak ribet dan dapat dilihat di link PPIA ANU ini:

[1] Scan Kartu Mahasiswa/ Student ID kampus dimana kita belajar. Kalau ini yang sudah mahasiswa pasti sudah punya jadi nggak perlu dibahas. hehe

[2] Scan Kartu anggota PPIA. Nah, untuk mendapatkannya maka kita mesti mendaftarkan diri menjadi anggota PPIA. Untuk kasus mahasiswa ANU, maka saya kudu mendaftar di PPIA-ANU. Untungnya saya sudah punya kontak dengan ketua PPIA ANU saat ini yang bernama Vina, anak undergraduate di College of Business and Economics. Setelah kontak-kontakan dengan dia, saya akhirnya bisa mendapatkan kartu anggota PPIA ANU. Vina sangat ramah dan sangat membantu  sehingga prosesnya menjadi mudah. Oh iya, untuk mendapatkan kartu itu kita perlu membayar $5, nggak banyak-banyak amat bukan?

[3] Scan Paspport

[4] Itenerary atau jadwal penerbangan yang diinginkan, ini dicantumkan ketika melakukan reservasi via email.

Ketika persayaratan awal tadi sudah lengkap, maka kita perlu untuk menelpon kantor Garuda di Sydney untuk meng-arrange jadwalnya karena bukan reservasi biasa yang dilakukan melalui internet atau agen. Pada fase ini saya mengalami kebingungan dikarenakan kendala bahasa, apalagi waktu telponan ama Customer Service sering saya nggak nyambung. hehe. Misalkan, terkait rute, dari info yang ada di website PPIA ANU tertulis bahwa rute yang mendapatkan diskon adalah Sydney-Jakarta. Padahal, pada jadwal yang saya inginkan tidak ada untuk rute tersebut, sedangkan jika saya terbang Sydney-Denpasar ada.  Lalu apakah saya tidak mendapatkan diskon? Banyak pertanyaan yang terlintas, cuman lidah ini kelu sehingga kurang maksimal menyampaikan. Dari percakapan itu akhirnya saya diminta untuk mengirim email itenerary, scan Kartu anggota PPIA, scan student ID dan scan passport ke email: <reservations@garuda-indonesia.net.au>. Saya cuman yes-yes-yes saja 😀

Setelah menunggu sehari, saya mendapatkan booking reference tiket yang saya inginkan. Hanya saja kok harganya masih sama dengan harga biasa? Batin saya. Kayaknya memang mbak-nya kemaren ndak nangkep maksud saya 😀 Saya kurang beruntung waktu itu karena CS yang saya telpon tidak bisa berbahasa Indonesia, dan cilakanya saya nggak mahir bahasa Inggris, jadi mungkin ada message saya yang nggak ketangkep ama mbak yang nerima telpon dan begitupula sebaliknya. hehe. Nah, jadi teringat istri saya nganggur di rumah (pesennya pas belum lahiran ini, kalo pas lahiran nggaklah :P), maka saya berdayakan dia untuk ngurus tiket, beginilah enaknya kalo punya istri lebih jago bahasa Inggrisnya. Eh ternyata, kok istri saya dapat CS yang bisa bahasa indo, kemudian istri saya menanyakan detail terkait rute dan harga diskon. Berdasarkan diskusi dengan CS tadi, kami baru tahu kalo rute Sydney-Denpasar juga mendapatkan diskon, tapi rute domestiknya (Denpasar-Jogja) tidak. Tambahan lainnya, harga yang didiskon itu yang belum termasuk pajak, tapi nggakpapalah daripada nggak sama sekali. Kami pun kemudian memesan tiket dengan rute Sydney-Denpasar-Jogja PP. dengan harapan transitnya gampang dan nggak perlu repot ngurus bagasi.

Selanjutnya, kami pun mengirim semua persayaratan ulang dan mendapatkan file pdf tentang “Credit Card Authorisation Visacard/Mastercard”. Nanti kita menuliskannya secara detail dan petunjuknya ada di dalam formulir. Nah gimana jika kita nggak punya kartu kredit? Tenang, katrok-nya saya, saya kira nggak punya dan mau pinjem credit card istri. Saya baru tahu dengan debit card yang kita punya yang ada lambang visa atau master card itu bisa digunakan untuk pembayaran tiket dan transaksi lainnya (kebetulan saya pakai Commonwealth Bank dan diterima). Asalkan, pada complete account kita saldonya mencukupi 🙂 Langkah selanjutnya adalah mengisi formulir selengkap-lengkapnya, scan dan kirim deh ke email kantor pelayanan tiket Garuda Indonesia di Sydney : <syd.ticketoffice@garuda-indonesia.net.au>. Tak lama, saya mendapatkan file pdf tiket elektronik di Inbox email saya.  Yippie! akhirnya bisa nengok Fiza 🙂

NB: Setelah diskusi dengan senior, kalo mau yang lebih murah bisa menggunakan maskapai FlyScoot, tapi tetep kudu transit ke Singapore. Nanti dari Changi bisa milih ke tujuan kita di Indonesia, kan banyak tuh.  Bagi yang tidak tergesa-gesa sepertinya saran itu bisa jadi opsi. Anyway, saya puas dengan pelayanan Garuda dan itu bikin saya makin bangga dengan Indonesia. Terimakasih Garuda! 🙂

Canberra, 27 Juli 2013

signature-pugo

 

 

 

Update per tanggal 17 Desember 2013:

  • Karena ada yang menanyakan apakah  tiket bisa digunakan selain student, setahu saya tidak diperbolehkan 🙂
  • Ada kabar baik! Sekarang anggota keluarga bisa mendapatkan fasilitas ini, kemarin istri diminta attach surat nikah. Jadi bagasi kita bisa sampai 80 Kg!  Untuk anak mungkin perlu nanya lebih lanjut ke CS-nya 😀
  • Ada beberapa rekan lain yang menyarankan menggunakan travel Netfare sebagai alternatif selain menggunakan Garuda dengan harga yang cukup kompetitif. Jadi mending cek web Netfare dulu sebagai pembanding 🙂
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s