Untung Ada Calo di Camp Nou

Apakah teman-teman pernah bersinggungan dengan calo? Kalo pengalaman saya selama di Indonesia, interaksi dengan mereka selalu pahit. Baik itu calo tiket kereta api di Stasiun Senen atau calo tiket nonton sepakbola di Senayan. Saya menganggap mereka itu orang suka cari untung dan hobinya naikin harga tiket seenaknya, bahkan hingga dua kali lipat! Tapi, karena kita memang butuh mereka di saat yang genting, yaaaa akhirnya ngalah dengan harga mereka dan calo-lah yang menang. Kitapun rugi karena membayar lebih dari harga resmi. Tapi ada kalanya, berhadapan dengan calo itu menguntungkan.

Ini kisah saya … (dibaca dengan nada seperti inem 🙂 )

Awal mulanya ketika saya berada di Barcelona bersama istri. Waktu itu alhamdulillah ada rejeki bisa nemenin Istri selama kurang lebih tiga minggu pada medio Mei 2012. Kebetulan, istri saya nge-kost di daerah yang hanya 5 menit jalan kaki dari Stadion Camp Nou. Stadion kebanggan publik Catalan. Seperti biasanya sebelum pertandingan dimulai, daerah tempat nge-kost-nya istri kami ramai dengan pendukung Barca hingga parkir kendaraan penuh. Kata istri saya, bus yang lewat di Camp Nou pun sengaja dialihkan untuk tidak lewat stadion.

Hari itu kesebelasan kebanggaan publik catalan, Barcelona FC, akan menjalani laga perempatan final home mereka melawan AC. Milan (yang beritanya ada di-sini). Pada laga sebelumnya, Blaugrana ditahan imbang 0-0 di stadion San Siro, Milan, di Itali. Banyak yang pengen nonton karena dianggap akan terjadi pertarungan sengit. Teman-teman istri sudah berangkat semua ke cafe-cafe untuk menononton laga yang mempertemukan Raksasa Spanyol dan Juara Serie-A ini. Mereka biasanya lebih sering nonton di Cafe karena mungkin lebih murah dan masih dapat atmosfer nonton barengnya.

Konon, harga tiket liga Champion super duper mahal. Ini Liga Champions, bro! Kumpulan para juara Eropa! Siapa yang nggak mau nonton? Saya dan istri lalu mencoba mencari di internet kali aja ada tiket murah dan kita bisa nyempil nonton meski dari tribun yang sangat jauh, jadi ngeliat para pemain kayak titik-titik bulet-bulet gerak 😛 Mungkin bisa dilihat contohnya ketika istri saya ngikut perayaan di tribun paling jauh ketika ada tiket gratisan masuk Camp Nou (gambar di bawah).

barcelona-celebration

Perayaan setelah memenangkan pertandingan melawan MU di tahun 2011

Mau berangkat atau tidak? Itu pertanyaan yang krusial. Karena melihat keadaan dompet, bisa ditebak, kami akhirnya memutuskan untuk cuman jalan-jalan ngeliat Camp Nou saja 😛  Minimal ngerasain atmosfer di luar stadion lah, udah jauh-jauh nggak ada pengalaman kan sayang. Saya ambil jaket, karena waktu itu agak dingin,  dan kami berdua jalan kaki menuju stadion. Saat kami datang di sana,  suasana luar stadion agak sepi karena penonton sudah pada masuk. Biar nggak cengok, kami “thawaf” keliling Camp Nou. Jelas, ini bukan dalam rangka ibadah 😀

Akannnn tetapiiii, suasana di dalam stadion sungguh menggoda ketika upacara sebelum pertandingan dimulai. Official Anthem Liga Champion yang sangat khas itu diperdengarkan dan kedengaran hingga luar stadion memanaskan telinga dan dada saya. (lagunya bisa didengar disini).

“Die Meister (German); Die Besten (German); Les Grandes Équipes (French),  The Champions”. Kalo English Version-nya artinya: The Masters;The best;The biggest teams;The Champions.

Lagu dan liriknya sangat Mistis! Apalagi bagian Chorusnya, Fenomenal! Ditambah riuh suara penonton di dalam stadion, membuat dada ini menggelegak. Waaaaaa, saya nggak kuatttt. Akhirnya merayulah ke istri buat beliin tiket berdua wkwkwk.  Kapan lagi. Seumur-umur. Yaiyalah, saat itu kantong saya nggak ada Euro Rupiah juga deng 😛

Namun ternyata dapat tiket liga champion secara go show nggak gampang. Awalnya, kami cek di loket tiket, ada dua tiket yang paling murah sekitaran 85 Euro untuk satu orang. Eeeee ternyata dua tiket itu berjauhan. Yang satu sayap kiri satu sayap kanan. Masak dadah-dadah. Akhirnya saya nglokro dan njuk nggak gitu semangat. Kata istri, temennya rekomendasiin beli di calo. Waa ini, saya kapok berhadapan dengan calo. Dia lalu menambahkan, dan ini menarik, bisa lebih murah jika pertandingan dimulai! Masalahnya, kami malah dijauhi sama calo, kami mendekat mereka malah mlengos, bukan wajah penonton bola kali yak. Kami saltum juga sih sebenarnya, cuman pakek jaket dan nggak ada atribut Barcelona sama sekali. hoho.

Rejeki memang tak kemana, setelah mencoba jalan ke arah jalan masuk, ada seorang calo, kayaknya sih keturuan Maroko atau Aljazair. Dia bilang “Two Tickets! Two Tickets!” mencoba menawarkan ke kami dengan aksen arab/afrika. Terus dia bilang ” This ticket worth 114 Euro each. But, I’ll sell to you two of them 160 Euro”. Istri nolak, akhirnya nawar, 130 Euro. Awalnya si Bapak, keberatan, terus kami pakek jurus mlengos seakan mau pergi, eee dia mau 😛  Jadi dapatnya satu orang  65 Euro untuk tiket seharga 114 Euro. Malah dia sekalian nganterin ke gate tempat cek tiket. Hoho.

Fenomena murahnya tiket ini dalam teori ekonomi (jika tidak salah) dinamakan Time Utility, Nilai Guna Waktu. -Azik, kepakek juga ilmu kuliah 😛 – Suatu benda akan mempunyai nilai lebih setelah mengalami perubahan waktu atau pada waktu-waktu tertentu. Dalam kasus tiket ini karena “barang”nya berupa nonton bola selama 90 menit, maka kalo udah selesai pertandingan tadi, nilai tiket yang VIP yang harganya 500 Euro sekalipun jadi tiada artinya.

Contoh lainnya, misal kamu juragan toilet di terminal, pas ada penumpangturun yang  sangat kebelet hingga sudah mencapai ujung.  Bisa kok kamu naikin tarif jadi 10 ribu untuk masuk WC. Dia susah untuk menolak karena memang pada saat dimana sangat dibutuhkan. Dan contoh terakhir ini adalah contoh yang kejam 😛

Tiket Liga Champion yang kayak fotokopian

Saat berlari-lari masuk ke stadion kami sempat nggak percaya karena tiketnya kayak cuma fotokopian, tapi pas di-scan lolos-lolos aja. Lega deh. Pas masuk stadion, stadion pada riuh, ternyata AC Milan ngegolin. Karena belum nemu tempat duduk kami duduk di tangga (dasar orang desa), diingetin sama bapak-bapak steward, lalu ditunjukkin ke kursi kami. Ternyata pengaturan kursi disini tertib, jadi kalo beli tiket dijamin dapat tempat duduk. Alhamdulillah, kita dapat tiket nonton liga champion di tribun yang agak dekat, jadi masih bisa lihat Messi atawa Ibrahimovich.

Messi ketika siap-siap mengambil pinalti

Messi ketika siap-siap mengambil pinalti

Pengalaman ini mungkin bisa diaplikasikan jika memang nggak ngebet-ngebet amat mau nonton karena ada probabilitas nggak nemu calo juga,. wkwkwk. Dan, dengan catatan dimulai pada menit ke 30, atau ada yang mau nyoba menit ke 80 baru beli? 😀
Matur Nuwun Pak Calo!

Note:

  • Suasana stadion dan bagaimana pertandingan berlangsung mungkin sudah terlalu mainstream, jadi saya nggak tulis di sini. Hehehe.
  • Penyebutan angka harga tiket bukan karena belagu, ngeliatin punya duit, inginnya sebagai gambaran rill aja misal mau nonton. Semoga berkenan. FYI, habis beli tiket, kami langsung ngirit 😛
  • Saya Juventini! 😀

signature-pugo

Advertisements

7 thoughts on “Untung Ada Calo di Camp Nou

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s