Kerja Keras atau Kerja Cerdas?

museum_angkut

Dalam dua minggu belakangan ini setelah berinteraksi dengan banyak orang saat lebaran, mengikuti PK 70 LPDP di Wisma Hijau Depok dan IRSA 13 di Malang, pertanyaan pilih mana kerja keras atau kerja cerdas mulai terlihat benang merahnya. Untuk saya pribadi, lebih baik kerja keras untuk tipikal orang orang Indonesia. Kerja cerdas akan mengikuti.

Dari beberapa kolega kerja yang berhasil mencapai level ,’kerja cerdas’, saya melihat mereka sudah memulainya dengan berlatih dengan waktu panjang untuk hal-hal teknis. Misal belajar statistika dan ekonometrika lalu software Latex, Stata, R, Eviews, SPSS, matlab dan lain sebagainya. Hal yang sama juga terjadi menulis di koran atau jurnal. Diawali dengan menulis di koran/jurnal ditolak belasan atau puluhan kali. Namun kemudian mereka bisa mengolah data dengan cepat, menulis artikel yang masuk koran dengan rutin atau berderet -deret list publikasi di CV. Semua ada learning curve-nya.

Foto di atas diambil di Museum Angkut, Batu Malang sepekan yang lalu. Pedagang dahulu ternyata sudah pandai memaksimalkan potensi. Termasuk potensi sepedanya untuk membawa barang secara kolosal. Kerja kerja kerja, gajian gajian gajian, dolan dolan dolan 😀

#random #siap2sekolah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s