Sumber gambar: Indosport

Impresif. Satu kata yang pas untuk raihan Putri Kusuma Wardani (18 tahun, yang biasa dipanggil Putri KW di Pelatnas Ci-Umbrella) setelah meraih juara di perhelatan Huelva Spain Masters 2021. Kemenangan di ini seperti oase di tengah kekeringan gelar World Tour nomer tunggal putri setelah raihan Fitriani yang juara di Thailand Open di 2019 yang sama-sama berkelas Super 300. Atau lebih jauh lagi, puasa gelar sudah lama berlangsung setelah era keemasan Susi Susanti, Mia Audina dan terakhir Maria Kristin.


Para senior Putri KW seperti Greogria Mariska Tunjung, Ruselin Hartawan dan Fitriani dalam waktu-waktu akhir ini memang belum bisa menunjukkan konsistensi bermain. Gregoria misalnya, ia digadang-gadang bisa mengemban amanah estafet para pendahululunya setelah menang Word Junior Championship 2017 di GOR Among Rogo setelah mengalahkan Han Yue dari China. Namun pada series terakhir, Grego hanya bisa bertahan mentok di Round 1 atau 2. Tekanan kepada pemain memang berat apalagi netizen yang budiman sering berekspektasi tinggi.


Padahal kalau boleh jujur, level senior memang berbeda daripada level junior. Apalagi di nomer tunggal putri, tidak ada pemain yang bisa dibilang dominan. Persaingan di tunggal putri memang keras. Betul jika Tai Tsu Ying (TTY) menduduki ranking pertama dalam kurun waktu yang cukup lama. Akan tetapi selisih nilainya cukup mepet, jika dibandingkan nilai Ganda Putra yang hampir digondol lebih dari dua tahun beruntun oleh Kevin dan Markus. Saat ini selain TTY, ada Carolina Marin (Spanyol) Chen Yu Fei (China), Akane Yamaguchi dan Nozomi Okuhara (Jepang), , Ratchanok Intanon (Thailand) serta PV Sindhu (India) yang saling kejar-mengejar dan langganan Semifinal dan Final di berbagai kesempatan.


Pada laga melawan atlet Denmark, Line Christophersen (21), Putri KW bisa mengendalikan permainan dengan baik. Footwork-nya bisa dibilang nggak keteteran dan selalu siap mengejar bola. Dua hal yang sering jadi kelemahan pemain putri Indonesia dan bikin gemes penonton. Putri juga bisa menempatkan bola dengan baik dan siap main rally. Anti lemes-lemes club. Lawannya juga bukan sembarangan karena merupakan bintang baru Denmark yang baru saja meraih medali perak kejuaran Eropa setelah dikalahkan Carolina Marin di final. Poin plus lainnya, remaja satu ini juga bermain tenang dan tidak terburu-buru. Karakter yang biasanya belum terpupuk di usia remaja.


Kemenangan ini tentu sangat berarti buat putri Indonesia kelahiran Tangerang ini karena merupakan kemenangan world tour series pertamanya. Ia juga menang di stadium yang bernamakan pemain favoritnya, Carolina Marin. Kabarnya, dia ingin bertemu dengan pemain idolanya itu. Semoga kejadian.


Kita berharap kemenangan ini bukan yang pertama dan terakhir untuknya. Winning should be a habit. Walau tantangan di depan akan sulit. Selain para senior, Putri KW di masa-masa yang akan datang juga akan berhadapan dengan pemain-pemain muda lainnya seperti the rising star dari Korea An Se-Young yang masih berusia belasan (19). Pornpawee Chochuwong (23) dari Thailand juga sedang semangat-semangatnya.


All in all, semoga kemenangan ini jadi inspirasi buat senior-senior Putri KW juga, kalau main dengan tenang dan spirit bermain yang tinggi, bisa kok kita menang. Sudah lama lho Badminton lovers Indonesia rindu Piala Uber 🥇🏆Semangat mbak Putri! 💪 Salam tepok bulu! 🏸

Rotterdam, 13 Mei 2021

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s