Debut dan Amanah

Sesekali saya posting tentang sekolah ya. Nggak cuman tentang jalan-jalan dan bersepeda ๐Ÿ˜ Alhamdulillah, debut, artikel pertama saya (dari tiga paper di disertasi) sudah diterbitkan secara online di peer-reviewed journal yang bisa diakses melalui link berikut:https://academic.oup.com/…/10.1093/heapol/czab015/6291337

Proses dari ide hingga terbit menghabiskan waktu empat tahun. Pengalaman yang sangat berharga buat saya pribadi sebagai peneliti pemula. Makin berpikir bahwa apa yg saya tahu dan bisa belum ada apa-apanya. Artikel inipun pasti masih ada limitasi dan kekurangan. Panjangnya proses ini juga membuat saya empati pada siapapun PhD student yg sedang berjuang lulus. Yok bisa yok.

Tujuan saya posting ini untuk pertanggungjawaban dari amanah, karena saya dibiayai beasiswa dari pembayar pajak Indonesia melalui LPDP. Ini masih sepertiga jalan dan masih harus bekerja keras. Namun, ada baiknya juga saya share juga capaian-capaian kecil. Nyicil. Sebelum nantinya lulus. Jalan masih panjang. Doakan saya ya ๐Ÿ’ช

Artikel ini lahir dari kontribusi banyak pihak, terutama pembimbing yang sangat sabar ๐Ÿ™ Istri sebagai pembaca pertama di awal-awal proses juga berjasa memberikan komentar bahasa Inggris saya yg kacau balau. Taklupa teman-teman peneliti lain yang memberikan masukan perbaikan draft. Saya juga banyak dibantu oleh Pusat KPMAK FKKMK UGM melalui Nuffic Project dan staf-staf BPJS-Kesehatan. Semoga artikel ini jadi awalan untuk karya-karya selanjutnya. Semangat-semangat ๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช

Tiga Dara

Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Telah lahir putri ketiga kami pada hari Sabtu 6 Februari 2021 pukul 07.44 CET. Jam lahirnya hampir bersamaan dengan mbaknya, Qonita, yg lahir di 07.45 pagi di Rumah Sakit yang sama. Putri kami ini lahir dengan Berat 4.1 Kg dengan keadaan sehat wal’afiyat.

Proses kelahirannya bisa dibilang paling lama durasinya dibanding kakak-kakaknya karena beratnya yg relatif jumbo. Kakak2nya di kisaran 3.4 Kg sedangkan dia 4.1 Kg. Ibuknya diantar bidan ke RS pada pukul 2 pagi dan baru lahir setelah 5 jam 44 menit berselang. Dulu, Qonita lahir setelah 3 jam 45 menit sampai di RS. Kalau Hafiza saya agak ahistoris, soalnya saya tidur di Canberra ketika dia lahir di Jogja. Sungguh bapak seperti apa saya ini…

Saya dan Ibuk @sari_se memberikan nama dara ketiga kami ini:

Nuha Afiya Sambodo atau bisa dipanggil Afiya.

Untuk artinya, kapan-kapan dijelaskan di post yang lain ๐Ÿ™‚

Kelahiran Afiya merupakan kabar baik dan melegakan karena kekhwatiran kami sekeluarga atas kondisi Ibuk @sari_se yang baru seminggu yang lalu ditinggal ayahanda tercinta. Ibuknya Afiya berjuang sangat keras. Bahkan, Ia hampir menyerah dan meminta untuk operasi caesarean. Meski ngeden dengan sekuat tenaga namun kontraksinya yg kurang membuat prosesnya tidak maksimal. Untung dokter persisten hingga titik akhir dan akhirnya bisa lahir secara natural. Segala puji bagi Allah.

Kami keluarga kecil ini memohon doa restu dari Bapak, Ibu dan rekan-rekan semua agar anak kami menjadi anak yang sholehah. Dan kami orang tua, khususnya bapaknya (satu-satunya laki-laki di rumah), yg masih harus banyak belajar ini agar diberikan ilmu dan kekuatan dalam mengemban amanah tiga dara ini.

Salam hangat bersalju dari Rotterdam

– Sari, Pugo, Hafiza, Qonita, Afiya-

Memulai GOVLOG: Gowes Njuk Nge-Vlog

Masa Pandemi ini adalah saat mencoba hal yang baru. Sebelumnya, di channel YouTube, saya lebih nyaman hanya mengupload video gambar-gambar, tanpa wajah saya ngomong. Nggak pede di depan kamera ๐Ÿ˜€ Kok insyekyur banget. Hehehe. Akhirnya saya coba beranikan diri untuk membuat channel dimana saya banyak memberikan narasi dan ngobrol.

Takterasa sudah sekitar 8 bulan pandemi, dan saya baru sadar kalau sudah lama tidak pernah berbicara kepada publik. Ini tidak baik untuk persiapan defense disertasi saya nanti (padahal defense kapan juga belum tahu :D). Makanya melatih bicara di depan kamera sepertinya penting. Apalagi nanti kalau sudah banyak undangan untuk jadi analis di layar kaca. wkwkwk. Wis le ngimpi rasah kesuwen. Nglindur ae. Saya sertakan link Yutub-nya di bawah ya. Mohon bersabar, masih pemula ๐Ÿ˜€

Pulang Duluan

Sebulan yang lalu saya diberi kesempatan mencoba Gazelle Tour Populair 57 Damesfiets. Sepeda onthel yang mengangkat semangat klasik namun dengan spek modern ini memang yahud. Setelah mencoba sekali jalan sekitar 8 Km, saya bisa bilang sepeda ini adalah sepeda paling enak dan pas dipakai buat saya.

Dari segi handle, suspensi, pedalan dan lain-lain enakkk banget. Tapi perasaan saya ini bisa jadi karena baru nyoba sedikit jenis sepeda. Spektrumnya kurang luas. Maklum mahasiswa. Hehe. Saya seneng pakai yang Dames (ladies) karena kalau yg Heren (gentleman) sering terlalu tinggi plantangan-nya ๐Ÿ˜€


Nhaaa… sayangnya, sepeda ini harus pulang duluan naik kapal ke Indonesia mendahului empunya, taklain takbukan untuk diniagakan di tempat lain. Seenak-enaknya sepeda, kalah sama tabungan buat SPP sekolah anak ๐Ÿ˜€

Ikan hiu makan keju. See U ๐Ÿ™‚

#FietsReview #SayangAnak